Tuesday , August 9 2022

Alergi Kaporit : Penyebab, Gejala dan Mengatasinya

Narasi.net – Penambahan kaporit (Klorin) ke didalam kolam renang bertujuan untuk menjernihkan air dan membunuh bakteri penyebab penyakit. Sayangnya, kaporit juga bisa menimbulkan gejala pada kulit yang sama dengan alergi, misalnya ruam dan gatal-gatal.

Sesudah itu, adakah cara untuk menyadari apakah Kamu alergi pada klorin didalam kolam renang? Bagaimana cara menghindar kulit ruam dan gatal sehabis berenang? Berikut ulasan selengkapnya.

Apa itu Alergi Kaporit?

“Alergi” kaporit sebenarnya adalah istilah awam untuk menyebut reaksi yang muncul pada kulit sehabis bersentuhan dengan klorin. Gejala yang kamu alami pada dasarnya bukanlah reaksi alergi, melainkan reaksi berasal dari kulit yang sensitif.

BACA JUGA

Reaksi alergi muncul dikarenakan platform imun bereaksi secara berlebihan pada sebuah zat asing (Alergen) yang sebenarnya tidak berbahaya. Sebagian alergen yang paling umum yaitu debu, bulu hewan, serbuk sari, dan makanan. Tetapi, “Alergi” kaporit tidak melibatkan reaksi platform imun.

Dengan kata lain, kamu tidak bisa alergi pada kaporit, tetapi kulit Kamu bisa saja mengalami reaksi bila bersentuhan dengan klorin didalam air kolam renang. Reaksi pada kulit sehabis terkena klorin tergolong sebagai dermatitis kontak. Jika kamu mengalami gejala khas alergi sesak napas, ini barangkali karena kamu sebelumnya sudah punyai asma atau alergi lain.

Meski begitu, American College of Allergy, Asthma Immunology menyebutkan bahwa paparan klorin turut berperan di dalam munculnya alergi dan asma. Ini lantaran klorin bisa mengiritasi saluran napas agar membuatnya lebih sensitif pada alergen.

Tanda dan Gejala Alergi Kaporit

Paparan klorin berasal dari air kolam renang dapat menimbulkan sekumpulan reaksi pada kulit yang disebut ruam klorin. Tanda-Tanda yang kemungkinan muncul pada kulit antara lain:

  • gatal-gatal,
  • ruam kemerahan,
  • peradangan,
  • pembengkakan,
  • luka lepuh,
  • pecah-pecah,
  • panas atau rasa terbakar,
  • lesi kulit, serta
  • bercak-bercak atau kerak.

Gejala-Gejala itu juga bisa muncul bila kamu mengalami dermatitis kontak implikasi zat pemicu iritasi lainnya, seperti sabun, flora beracun, lateks, dan logam. Gejala biasanya berangsur hilang begitu kulit Kamu dibersihkan berasal dari iritan.

Jika kamu punyai asma, rinitis alergi, atau penyempitan saluran napas implikasi olahraga berlebihan (Exercise-Induced bronchoconstriction), Kamu juga dapat mengalami gejala lain, seperti:

  • sesak napas,
  • hidung meler,
  • hidung gatal,
  • batuk-batuk,
  • bersin-bersin, serta
  • hidung tersumbat.

Penyebab Alergi Klorin

“Alergi” kaporit bukanlah alergi yang sesungguhnya, melainkan reaksi kulit sehabis kontak dengan klorin didalam air kolam renang. Situasi ini termasuk salah satu jenis dermatitis, tepatnya dermatitis kontak iritan.

Dermatitis kontak iritan merupakan peradangan pada kulit implikasi kontak dengan zat yang dapat membawa dampak iritasi (Iritan). Di dalam masalah “Alergi kaporit”, klorin mengikis minyak alami pada kulit yang disebut sebum. Jika sebum tetap-menerus terkikis, kulit akan kehilangan lapisan pelindungnya.

Klorin yang terkait lapisan didalam kulit sesudah itu dapat membuat iritasi kulit dan beragam gejala ruam klorin.
Ruam klorin umumnya berlangsung jika kamu kerap berenang didalam air punya kandungan kaporit atau persentase klorin di dalam air tengah sangat tinggi.

Biasanya, pengaruh yang langsung terasa adalah kulit jadi kering dan kencang sesudah berenang. Tetapi, lebih dari satu orang juga bisa mengalami “Alergi” kaporit walaupun kandungan klorin didalam kolam renang tidak begitu tinggi.

Hal itu bisa disebabkan karena kulit kamu lebih sensitif pada klorin atau berjalan pembentukan kloramin di didalam air. Kloramin dapat terbentuk secara alami berasal dari campuran minyak alami kulit, keringat, dan urine di dalam air kolam renang.

Zat ini jugalah yang memberikan bau khas pada kolam renang dan daerah-daerah pemandian umum. Tidak seluruh orang yang berenang di air punya kandungan kaporit akan mengalami gejala “Alergi”. Situasi ini lebih banyak berlangsung pada orang-orang yang kerap terkena kaporit, misalnya atlet renang dan penjaga kolam renang.

Pengobatan Alergi Kaporit

Gejala “Alergi” kaporit biasanya berangsur hilang didalam lebih dari satu hari. kamu juga dapat meredakan gejala dengan obat yang bisa dibeli tanpa resep. Tapi, Kamu barangkali perlu obat yang lebih kuat berasal dari dokter bila gejala tidak kunjung berkurang.

Berikut sebagian pengobatan alergi kaporit yang bisa kamu coba.

  • Krim hidrokortison 1% untuk mengurangi gatal, bengkak, dan kemerahan pada area kulit yang terdampak. Oleskan tipis-tipis sebanyak 2–4 kali sehari.
  • Krim mengandung antihistamin untuk mengurangi gatal dan peradangan. Obat ini juga bisa menenangkan kulit yang mengalami iritasi.
  • Sabun mandi, pelembab, losion mengandung petroleum, emolien, atau zat pelembap lainnya yang dirancang khusus untuk mengatasi alergi kulit.

Langsung kunjungi rumah sakit terdekat bila kamu mengalami reaksi alergi parah sesudah berenang di dalam kolam renang memiliki kandungan kaporit. Tanda-Tandanya antara lain sesak napas, lidah bengkak, atau mual dan muntah.

Cara Mencegah Masalah Kulit Akibat Kaporit

Bagi orang yang kerap berenang, kaporit didalam kolam renang pasti jadi kasus tersendiri. Untungnya, kamu bisa menghindar “Alergi” kaporit dengan sebagian langkah berikut.

  • Mandi sebelum berenang atau berendam untuk membersihkan minyak berlebih dari kulit.
  • Mengoleskan moisturizer, petroleum jelly, atau losion khusus berenang 15 menit sebelum masuk ke air.
  • Segera mandi setelah berenang untuk menghilangkan klorin dari tubuh.
  • Gunakan sabun dan sampo berbahan lembut yang tidak menyebabkan kulit kering.
  • Membatasi waktu saat berenang dan tidak terlalu sering berenang agar kulit bisa membentuk kembali lapisan pelindungnya.
  • Jika memungkinkan, memilih kolam renang yang tidak menggunakan kaporit.

Reaksi “Alergi” implikasi kaporit di dalam air kolam renang dapat jadi hambatan bagi orang-orang yang bahagia berenang.

Meski begitu, gejala yang timbul biasanya tidaklah serius dan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan.

Kamu juga bisa berupaya menahan iritasi kulit dengan mandi sebelum dan setelah berenang.

Jika ruam tidak membaik dan makin mengganggu, kamu bisa berkonsultasi ke dokter untuk melacak solusinya.

Check Also

5 Kebiasaan yang Dapat Mencegah Munculnya Varises

5 Kebiasaan yang Dapat Mencegah Munculnya Varises

Narasi.net — Varises adalah sebuah keadaan di mana ada pembengkakan pembuluh darah yang muncul di permukaan kulit pada kaki. Tetapi tidak menutup mungkin varises bisa muncul di tungkai lain. Varises disebabkan oleh pembengkakan atau pelebaran pembuluh darah yang sebabkan penumpukan darah di pembuluh. Umumnya varises ditandai dengan vena yang berwarna ungu atau biru tua, dan [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published.