Tuesday , August 16 2022

Apa Itu Kebiri Kimia? Ini Proses dan Efek Sampingnya bagi Pelaku Kekerasan Seksual

Narasi.net Kebiri kimia adalah salah satu tuntutan jaksa ke pelaku pemerkosaan pada 13 santriwati di Bandung, Herry Wirawan.

Tak hanya kebiri kimia, Herry Wirawan juga dituntut sanksi mati oleh jaksa penuntut generik pada persidangan di Pengadilan Negeri, Selasa (11/1/2022).

(12/1/2022), tuntutan sanksi kebiri kimia dinilai bisa menimbulkan dampak jera dan menekan adanya kejahatan mirip di sesudah itu hari.

Sanksi kebiri kimia diteken oleh Presiden Joko Widodo pada ketetapan pemerintah (Pp) No.70 tahun 2020 mengenai tata cara pelaksanaan tindakan kebiri kimia, pemasangan alat pendeteksi elektronik, rehabilitasi, dan pengumuman bukti diri pelaku kekerasan seksual pada anak pada 7 desember 2020.

Lantas, apa itu kebiri kimia dan detail hukumannya?

 

Apa Itu Kebiri Kimia? 

Kebiri kimia adalah bantuan zat kimia lewat penyuntikan atau metode lain. Kebiri kimia ditunaikan kepada pelaku yang pernah dipidana sebab jalankan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak jalankan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain agar menimbulkan korban lebih berasal dari satu orang.

Dan juga tindakan itu dapat sebabkan luka berat, gangguan jiwa, penyakit menular, terganggu atau hilangnya kegunaan reproduksi, dan/atau korban meninggal dunia, untuk menekan hasrat seksual berlebih, yang disertai rehabilitasi.

Hal tersebut adalah pengertian kebiri kimia menurut PP No.70 Tahun 2020. Tindakan kebiri kimia dikerjakan lewat tahapan evaluasi klinis, kesimpulan, dan pelaksanaan.

Evaluasi klinis didalam kebiri kimia adalah wawancara klinis dan psikiatri, inspeksi fisik, dan juga inspeksi penunjang. Evaluasi klinis ini ditunaikan oleh petugas yang mempunyai kompetensi di bidang medis dan psikiatri.

Pas, kesimpulan di dalam sanksi kebiri kimia adalah hasil evaluasi klinis untuk memastikan pelaku persetubuhan layak atau tidak layak untuk dikenakan tindakan kebiri kimia.

Sedangkan pelaksanaan tindakan kebiri kimia dijalankan sehabis kesimpulan memperlihatkan pelaku persetubuhan layak untuk dikenakan tindakan kebiri kimia. Sesudah tersebut, jaksa memberitahukan kepada korban atau keluarga korban bahwa udah ditunaikan pelaksanaan tindakan kebiri kimia.

Baca Juga : Kasus Positif Covid-19 Paling Tinggi

 

Proses dan Efek Samping Kebiri Kimia 

Secara medis, kebiri kimia adalah upaya turunkan dorongan seksual biasanya dijalankan untuk pelaku kekerasan seksual dengan cara turunkan kandungan hormon androgen yaitu testosterone (T) pada pria.

Dirangkum berasal dari laman Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, testosteron
adalah hormon primer yang diperlukan untuk libido/hasrat seksual dan faedah seksual
(Sexual behavior).

Lebih dari satu penelitian menyebutkan tingginya kandungan hormon androgen utamanya testosterone pada pelaku kekerasan seksual dibandingkan pada pria normal bukan pelaku kekerasan seksual.

Supaya, para peneliti mulai melirik mungkin penurunan angka kekerasan seksual dengan cara turunkan kandungan testosterone pada jumlah tertentu pada pelaku kekerasan seksual agar diharapkan nafsu seksual atau libidonya pelaku jadi terlalu rendah atau lebih-lebih hilang untuk selagi selagi/sepanjang selagi yang diharapkan.

Obat-Obatan untuk kebiri kimia adalah medroksiprogesteron asetat dan cyproteron asetat digunakan di Amerika, Eropa dan Kanada untuk laksanakan sanksi kebiri kimia.

Kedua obat ini untuk sanksi kebiri kimia adalah hormon antiandrogen yang bekerja pada termin sintesis testosterone maupun reseptor androgen di didalam sel Leydig di testis yang berguna untuk memproduksi hormon testosterone.

Selagi di dalam PP No 70 tahun 2020 pasal 1 tidak disebutkan zat kimia apa yang akan diberikan untuk sanksi kebiri kimia.

Di dalam PP itu dituliskan bahwa kebiri kimia adalah bantuan zat kimia lewat penyuntikan atau metode lain yang dimulai dengan evaluasi klinis oleh tenaga medis dan psikiatri, juga tindakan kebiri kimia dikenakan untuk jangka kala paling lama 2 tahunan.

Apapun obat yang dipilih untuk proses sanksi kebiri kimia perlu mempertimbangkan adanya pengaruh samping obat implikasi ditekannya jumlah testosterone pada pelaku kekerasan seksual.

Pengaruh samping kebiri kimia adalah munculnya sebagian penyakit layaknya osteoporosis, peningkatan takaran kolesterol dan glukosa, munculnya penyakit jantung coroner dan juga gangguan faedah berasal dari otak terlalu perihal dengan rendahnya hormon estrogen.

 

Penutup

Semoga info diatas bisa membantu dan bermanfaat bagi kalian semua yang sudah membacanya. Terima kasih sudah membaca artikel ini hingga selesai. Dan jangan lupa untuk membagikan web site ini kepada kerabat, sobat, teman kalian dan tetap konsisten mengunjungi Narasi.net supaya tidak ketinggalan info terbaru lainnya berasal dari web kita. Terimakasih

Check Also

Irjen Ferdy Sambo Terancam Pidana Hukuman Mati Terkait Persoalan Pembunuhan Brigadir J Alias Nofriansyah Yosua Hutabarat

Irjen Ferdy Sambo Terancam Pidana Hukuman Mati Terkait Persoalan Pembunuhan Brigadir J Alias Nofriansyah Yosua Hutabarat

Narasi.net — Irjen Ferdy Sambo terancam pidana sanksi mati usai formal jadi tersangka baru didalam persoalan pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan Inspektur Jenderal Ferdy Sambo sebagai tersangka. Eks Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan itu di duga membunuh ajudannya, Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. “Fs menyuruh jalankan [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published.