Wednesday , May 25 2022

Cara Mulai Investasi di Reksadana Pasar Uang Syariah

Narasi.net – Kian kemari minat investasi di tengah penduduk semakin tinggi. Terutama banyak kalangan anak muda yang mulai berinvestasi.

Sebagai investor pemula, tak sedikit yang memilih instrumen investasi dengan risiko rendah, seperti reksadana syariah.

Tak cuman satu, melainkan ada lebih dari satu pilihan jenis reksadana syariah yang bisa investor pilih. Jenis reksadana pasar uang syariah jadi salah satu yang banyak diincar investor.

Bagi anda yang baru saja ingin mencoba investasi di reksadana pasar uang syariah, berikut ulasan lengkapnya terkait pengertian, faedah, laba, risiko, sampai bagaimana cara memulai investasinya.

Simak ulasannya berikut ini yang sudah dirangkum berasal dari beragam sumber!

Apa Itu Reksadana Pasar Uang Syariah?

Mengutip berasal dari web Sikapi Uangmu Otoritas Jasa Keuangan (Ojk), Reksadana pasar uang syariah adalah investasi pada instrumen pasar uang yang dikerjakan dengan platform syariah didalam negeri.

Julukan lainnya, yaitu dampak syariah berpendapatan tetap yang diterbitkan didalam jangka waktu yang singkat alias hanyalah satu tahun.

Menjadi, investasi di reksadana pasar uang syariah ini cocok buat anda yang punyai tujuan investasi jangka pendek.
Instrumen reksadana pasar uang syariah ini akan dikelola oleh manajer investasi.

Anda sebatas tinggal menyetorkan dana investasi, sesudah itu manajer investasi akan menyalurkan dana investasi ke pasar uang syariah seperti sukuk atau deposito syariah.

Tak perlu risi atau ragu, reksadana pasar uang syariah menjalankan prinsip berdasarkan:

  • Fatwa dari Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor 20/DSN-MUI/IV/2001 dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS)
  • Adanya mekanisme pembersihan kekayaan non-halal (cleansing)
  • Portofolio investasi berisi efek-efek yang telah terdaftar di Daftar Efek Syariah (DES)
  • Diikat oleh perjanjian akad syariah, yaitu wakalah bil ujrah

Manfaat dan Risiko Investasi Reksadana Pasar Uang Syariah

Tiap-tiap instrumen investasi pastinya mempunyai fungsi dan risiko yang perlu diketahui supaya investor bisa menjalankan investasinya dengan maksimal.

Berikut lebih dari satu fungsi dan risiko berasal dari reksadana pasar uang syariah, antara lain:

Manfaat:

  • Cocok untuk investasi jangka pendek untuk pencapai tujuan investasi seperti menyimpan dana darurat, menikah di tahun depan, liburan dan sebagainya.
  • Sifatnya likuid alias bisa dicairkan jika diperlukan dengan catatan pencairan dana 2-7 hari kerja
  • Returnnya mencapai 5-8% per tahun. Ini lebih tinggi dibandingkan dengan deposito yang hanya mencapai 5% saja.
  • Reksadana pasar uang syariah termasuk investasi tidak kena pajak
  • Modal investasi yang sangat terjangkau, yaitu mulai Rp10 ribu, Rp100 ribu dan nominal receh lainnya.
  • Mudah dan efisien dilakukan karena pengelolaan dilakukan oleh manajer investasi

Risiko:

  • Returnnya belum pasti
  • Risiko cenderung kecil
  • Tidak ada perlindungan dari pemerintah

Kinerja Reksadana Pasar Uang Syariah

Investor perlu menyadari, laba investasi yang diperoleh berasal berasal dari mana.

Berikut ini kinerja reksadana pasar uang syariah yang harus anda pantau, antara lain:

1. Pergerakan Nilai Aktiva Bersih (NAB)

NAB reksadana perlihatkan naik atau turunnya jumlah asset didalam portofolio. Pada reksadana pasar uang syariah termasuk di dalam profil risiko ortodok yang penempatan danya 100% ke sukuk atau deposito syariah yang jangka waktunya tidak cukup berasal dari 1 tahun.

NAB reksadana pasar uang syariah ini bisa anda melihat lewat bermacam media yang menginformasikan dunia investasi reksadana atau jelas langsung berasal dari aplikasi yang diterbitkan oleh sebuah manajer investasi.

2. Laporan Pembelian dan Penjualan

Investor bisa lihat kinerja reksadana pasar uang syariah berasal dari laporan pembelian dan penjualan yang diterbitkan oleh Bank Kustodian pada 7 hari bursa sesudah transaksi

3. Laporan bulanan

Bank Kustodian akan memberikan laporan bulanan yang isinya berupa rincian dan nilai investasi yang dimiliki oleh investor pada posisi akhir bulan.

4. Fund Fact Sheet

Perusahaan manajer investasi juga akan menerbitkan laporan yang isinya berkenaan berita manajer investasi, tujuan investasi, alokasi asset atau batasan investasi, komposisi portofolio, 5 atau 10 besar pengaruh di dalam portofolio, kinerja historis, ulasan oleh manajer investasi, pernyataan yang berupa peringatan.

Produk Reksadana Pasar Uang Syariah

Ada sepuluh product reksadana pasar uang syariah yang bisa anda pertimbangkan, antara lain:

  1. Anargya Pasar Uang Supernova
  2. BNI Paribas Pasar Uang Syariah
  3. Danareksa Seruni Pasar Uang Syariah
  4. Lautandhana Pasar Uang Syariah
  5. Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia
  6. Mandiri Bukareksa Pasar Uang Syariah
  7. Mandiri Pasar Uang Syariah
  8. Mandiri Pasar Uang Syariah Ekstra
  9. PNM Pasar Uang Syariah
  10. Victoria Pasar Uang Syariah

Cara Beli Reksadana Pasar Uang Syariah

1. Pilih Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang terdaftar dan berizin di OJK, yaitu:

  • Bank konvensional atau syariah
  • Sekuritas
  • Manajer Investasi
  • Marketplace reksadana (xdana syariah, bibit, bareksa, tanamduit dan lainnya)
  • E-commerce (Tokopedia, Bukalapak, Invisee dan lainnya)

2. Daftar sebagai investor dengan mengisi formulir dan mengikuti alur pendaftaran. Siapkan e-KTP, foto dengan e-KTP, dan NPWP (opsional)

3. Pastikan kamu mengaktifkan ‘Preferensi Syariah’ atau memilih produk Reksa Dana Syariah Pasar Uang.

4. Pilih Manajer Investasi yang tepat, lakukanlah analisis terlebih dahulu dengan cara mengecek izin usaha, pengalaman kerja, track record, dan kinerjanya.

5. Pilih ‘beli/buy’ pada reksa dana yang diinginkan, lalu transfer uang sejumlah nominal yang akan diinvestasikan melalui rekening atau dompet digital.

Investasi Halal Perlu Strategi Biar Cuan

Investasi yang terjadi disesuaikan dengan prinsip syariah islam tentunya juga memberikan anda laba yang memadai. Akan tapi, untuk beroleh laba ini tentunya tak seperti membalikkan telapak tangan alias nyetor modal langsung untung. Melainkan, investor juga perlu menyusus taktik yang tepat untuk meminimalisir beragam risiko investasi yang barangkali saja berjalan.

Check Also

Explanation About Finance & Banking

Explanation About Finance & Banking

Narasi.net – Explanation About Finance & Banking. A banking and finance degree prepares students who are seeking a career in business and/or personal finance. Students who wish to work in the world's financial markets, which shake the world of economics, should earn a degree in banking and finance. Banking since 2000 BC, although it has [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published.