Monday , November 28 2022

Ini Pernyataan Viral Edy Mulyadi soal Kalimantan dan Ibu Kota Baru yang Berbuntut Laporan Polisi

Narasi.net Pernyataan eks kader PKS Edy Mulyadi yang diduga menghina Kalimantan Timur mengenai Ibu Kota Negara Baru dikecam oleh sejumlah elemen mahasiswa dan forum swadaya penduduk dan berbuntut laporan ke polisi.

Dilansir berasal dari Tribunnews, Edy Mulyadi mengatakan bahwa ibu kota negara akan dipindah ke Kalimantan yang disebutnya sebagai daerah jin membuang anak.

“Bisa menyadari enggak, ini ada suatu daerah elite miliki sendiri yang harganya mahal,” ujar Edy Mulyadi berasal dari video viral itu.

Lebih-lebih Edy Mulyadi menyebut pasar bagi Ibu Kota Baru adalah kuntilanak dan genderuwo.
“Pasarnya siapa?” ucap dia.

“Jikalau pasarnya kuntilanak, genderuwo ngapain ngebangun di sana,” ujarnya.

Untuk menguatkan pendapatnya, Edy Mulyadi menanyakan lokasi area tinggal di mana rekan yang ada di sebelahnya berada.

“Enggak ada, nih sampean tinggal di mana om?” ungkapnya.

“Mana mau tinggal di Gunungsari pindah ke Kalimantan Panajam sana untuk beli rumah di sana,” katanya.

Menanggapi pernytaan Edy Mulyadi itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (Bem) Universitas Mulawarman meminta pihak rakyat di Kalimantan Timur tak terprovokasi.

“Pernyataan yang disampaikan oleh Edy Mulyadi jadi problematika bicara tentang ke-bhinneka-an yang ada di Indonesia,” ujar Presiden BEM Universitas Mulawarman Ikzan Nopardi, Minggu (23/1/2022) di dalam program kompas Petang.

Pihak BEM menuntut Edy Mulyadi untuk meminta maaf secara terbuka kepada rakyat Kalimantan Timur.

Ikzan melanjutkan kepada pihak yang berwenang untuk jalankan langkah tegas didalam merespons kasus dugaan pencemaran sebutan yang berujung kepada intoleransi.

Saat kecaman juga berkunjung berasal dari Komplotan Suku Orisinil Kalimantan (Pusaka).

Ketua Umum Pusaka Surfani Sulaiman mengingatkan sehingga Edy Mulyadi langsung menarik pernyataannya.

“Saudara Edy Mulyadi saya minta dan menyomasi atas sebutan warga Kalimantan Timur, 1×24 jam untuk saudara mencabut pernyataannya,” uar Surfani kepada kompas Tv, Minggu.

Lihat Video  Disini

“Saudara bahwa warga Kalimantan Timur adalah area untuk membuang jin, lantas warga Kalimantan Timur tidak siap dengan Ibu Kota Negara. Pernyataan ini punya kandungan Sara, rekaan, dan ujaran kebencian,” ujarnya.

Jika Edy tidak langsung lakukan pencabutan pernyataan itu, Surfani mengatakan, pihaknya akan melaporkan ke Mabes Polri dan Polda Kalimantan Timur.

 

 

Penutup

Terima kasih sudah membaca artikel ini hingga selesai. Jangan lupa untuk selalu mengikuti dan bagikan website ini kepada teman kalian semua dan selalu konsisten  mengunjungi Narasi.net.

Check Also

iPhone Utilities Everyone Must Have

iPhone Utilities Everyone Must Have

Narasi.net – It’s easy to say that one of the best aspects of the Apple …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *