Friday , October 7 2022

Strategi Aman Investasi Pada Teknologi Blockhain

Narasi.net – Popularitas teknologi Blockchain sudah meningkat sepanjang 2017. Ini juga diikuti oleh gerakan Bitcoin yang meroket. Tetapi sayangnya, banyak investor masih ragu untuk terlibat langsung, takut akan ledakan gelembung harga Bitcoin di masa depan.

Risiko Berinvestasi Di Pasar Crypto

Membeli Bitcoin dan cryptocurrency alternatif lainnya adalah cara termudah untuk berinvestasi dengan teknologi Blockchain. Jika kami pernah bergabung dengan Pasar Bitcoin dan Altcoin, maka risiko yang dapat kami menerima adalah 100%.

Risiko ini muncul dikarenakan tidak adanya perintah restriksi (Stop Loss) pada sistem investasi. Bahkan jika ada order negatif (Loss), maka hal yang bisa ditunaikan oleh investor adalah tunggu dan berdoa harga naik, atau memotong kerugian dengan menjual crypto.

Tahun 2017 disebut sebagai masa kejayaan teknologi crypto dan Blockchain. Bitcoin mencetak peningkatan kira-kira 2.000% pada tahun ini, tapi diikuti oleh koreksi hampir 70% pada awal 2018.

Ketidakstabilan harga dengan fluktuasi yang tinggi justru membawa dampak banyak investor mengambil banyak resiko untuk cepat kaya, tanpa memperhitungkan mungkin kerugian atau stagnasi dana gara-gara investasinya masih negatif.

Misalnya, jika Kamu membeli Bitcoin (Btc) seharga $19.000, sebagian bulan paling akhir investasi Kamu akan negatif. Salah satu cara untuk menghasilkan laba adalah tunggu sambil berharap harga akan naik lagi di atas $19.000.

Kamu juga dapat beri tambahan order beli dengan dana baru dengan harga lebih rendah (Rata-Rata), sesudah itu menanti harga rebound setidaknya setengah berasal dari pesanan. Menjadi, bagaimana jika harga tetap menurun dan hanyalah berkonsolidasi untuk sebagian tahun ke depan?

Ini pasti akan merepotkan bagi investor dengan anggaran yang biasa-biasa saja. Kelompok investor berasal dari generasi sebelumnya punyai kekhawatiran tinggi tentang teknologi Blockchain yang dibawa oleh cryptocurrency.

Kekhawatirannya adalah bahwa Blockchain akan mendesentralisasikan likuiditas berasal dari bank sentral dan memberikan akses perbankan kepada massa (Publik). Teknologi ini bisa menghancurkan monopoli yang sudah mereka kendalikan sejauh ini.

Tak sekedar itu, banyak yang masih merasa bahwa cryptocurrency secara filosofis stigma gara-gara mereka tidak punyai bentuk konkret. Pertanyaannya adalah, apakah ada investasi lain yang layak untuk sesuatu yang tidak dapat kamu rasakan, sentuh, atau pegang?

Manfaatkan Teknologi Blockchain

Banyak orang berpikir bahwa Bitcoin dan Blockchain adalah satu kesatuan. Tapi pada kenyataannya, keduanya mengerti sangat berbeda. Bitcoin memang mengadopsi teknologi platform blok dan merupakan crypto pertama yang jadi penganut blockchain, tapi mereka tidak identik.

Teknologi Blockchain adalah platform perekaman digital yang mendasari pemanfaatan Bitcoin dan altcoin lainnya. Sebagian blockchain mempunyai transparansi, pas yang lain terlalu mungkin individu untuk jalankan transaksi secara anonim.

Kegunaan Blockchain itu sendiri tidak sekedar untuk transaksi keuangan. Ada bermacam faedah lain seperti manajemen rantai pasokan, Manajemen Berita, dan sebagainya. Itu amat mungkin adopsi blockchain di banyak sektor.

Dengan tak terhitung faedah yang dapat diperoleh berasal dari teknologi Blockchain, pasti ada banyak cara untuk berinvestasi dengan teknologi itu, terutama jika Kamu risi tentang risiko di pasar crypto yang punya fluktuasi tajam.
Salah satu cara yang tepat adalah dengan menginvestasikan saham di perusahaan yang mengadopsi Blockchain, seperti:

Overstock

Overstock adalah perusahaan ritel online yang memulai bisnisnya dengan menjual furnitur, properti, dan perlengkapan keluarga. Kebanyakan orang apalagi belum paham bahwa Overstock udah mulai mengadopsi teknologi Blockchain untuk sistem mereka.

Overstock sudah menciptakan sistem tzero. Sistem Platform Perdagangan Alternatif Yang sudah diatur oleh SEC ini sudah jadi sistem dunia berbasis Blockchain. Tak sekedar digunakan untuk jual beli properti, sistem ini juga digunakan sebagai daerah terima cicilan bagi pemberi pinjaman.

Dengan berinvestasi atau membeli saham Overstock, investor diberikan eksposur yang solid ke sektor Blockchain tanpa harus miliki cryptocurrency. Tidak cuman itu, saat ini tidak banyak perusahaan yang punyai platform perdagangan alternatif yang diatur Sec.

Menjadi dengan hak istimewa itu, perusahaan seperti Overstock yang sudah memasuki arena Blockchain dapat menawarkan peluang yang menjanjikan.

Sebagian proyeksi berasal dari analis keuangan dunia apalagi mengatakan bahwa hasil yang akan diterima berasal dari investasi saham di Overstock bisa mencapai lebih berasal dari 400%, jika tzero berhasil diimplementasikan dan diadopsi mainstream.

MasterCard

Beragam kabar dan isu yang udah kami menyaksikan baru-baru ini, melaporkan bahwa vendor kartu kredit utama di AS seperti Visa dan Mastercard, tidak lagi menolong pembelian transaksi kripto Secara Kredit. Ini sebab kekhawatiran bank jika sewaktu-waktu ada fluktuasi liar di pasar crypto, dan konsumen tidak dapat membayar tagihan kartu kredit mereka.

Memang benar bahwa Mastercard sudah melarang pembelian crypto secara kredit, namun perusahaan masih berusaha mengembangkan teknologi Blockchain pada platform internal mereka. Ini bisa dilihat berasal dari permintaan paten untuk sistem Blockchain, yang baru saja mereka buat pada Oktober 2017.

Jika platform pembayaran Blockchain yang mereka buat dapat dipatenkan dan diimplementasikan secara formal, pasti saja Mastercard dapat menawarkan kartu kredit dan debit berbasis Blockchain kepada konsumen.

Pertumbuhan Mastercard juga bisa dilihat berasal dari kenaikan saham yang tetap meroket. Lebih-lebih berasal dari Oktober 2017 sampai Februari 2018 kemarin, saham Mastercard udah meningkat hampir 100% dan belum memirsa koreksi serupa sekali.

Kesempatan Yang Sama Lebih Tinggi, Risiko Yang Lebih Aman

Tak hanya 2 perusahaan yang sudah dijelaskan di atas, masih banyak perusahaan yang telah mulai mengadopsi teknologi Blockchain dan punya peningkatan pangsa yang tinggi. Sebagian contohnya adalah:

IBM dengan peningkatan lebih berasal dari 50% semenjak Oktober 2017. Kodak dengan peningkatan lebih berasal dari 300% semenjak Desember 2017, walaupun saat ini stabil ulang pada peningkatan 120%. Nvidia dengan peningkatan lebih berasal dari 400% dan masih konsisten bullish.

Dengan adopsi besar-besaran berasal dari perusahaan terkemuka di dunia, cara yang aman untuk berinvestasi didalam teknologi Blockchain adalah pilihan yang manis untuk diambil.

Daripada mengambil peluang investasi berisiko tinggi di pasar cryptocurrency, ada banyak saham individu yang dapat kami gunakan sebagai alasan investasi. Tak sekedar itu, cara investasi yang aman ini tidak disertai dengan taraf volatilitas yang mirip seperti pada aset kripto.

Jika risiko dianalisis, investasi dengan pengembalian dan risiko tertinggi ada di pasar crypto. Waktu taraf pengembalian yang tinggi tanpa risiko ekstrem adalah investasi saham di perusahaan Blockchain.

Bagaimana? Tertarik untuk menerapkan metode investasi yang aman untuk perusahaan di atas?ada banyak perusahaan lain yang udah mengadopsi pemakaian Blockchain di dalam usaha mereka. Lebih dari satu contoh yang sudah kami bahas adopsi adalah eticket04, Western Union, dan juga bank-bank besar dunia seperti ING dan Rabobank.

LIHAT JUGA

Check Also

Number of Investors in Indonesia Compared to Foreign Countries

Number of Investors in Indonesia Compared to Foreign Countries

Narasi.net — Moderna market is one of Moderna's economic bases in any country, even in Indonesia. Moreover, the number of domestic investors in the Indonesia Stock Exchange (IDX) is also the acquisition of shares of large companies by Indonesian citizens. The larger the number of investors in Indonesia and the larger the domestic funds invested, [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published.