Wednesday , May 25 2022

Terungkap Kasus Robot Trading Viral Blast, Kerugian Member Mencapai Rp 1,2 Triliun

Narasi.net – Bareskrim Polri mengungkap persoalan robot trading bernama Viral Blast yang merugikan penggunanya sampai Rp 1,2 triliun. Sebanyak empat orang ditetapkan sebagai tersangka didalam perkara itu.

“Diperkirakan member-nya telah mencapai 12.000 member dengan investasi tidak cukup-lebih lebih kurang
Rp 1,2 triliun,” ujar Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan kepada wartawan, Senin (21/2/2022).

Empat orang tersangka yang dimaksud adalah Pw, Rpw, Zhp, dan Mu. Saat ini, PW belum ditangkap dan udah berstatus sebagai Dpo. Whisnu menerangkan Viral Blast ini berdiri di bawah PT Trust Dunia Karya semenjak 2020.

Usut miliki usut, ternyata perusahaan itu tidak mengantongi izin berasal dari Otoritas Jasa Keuangan (Ojk) atau ilegal.

“Di mana perusahaan ini tidak punyai izin trading dan mengoperasionalkannya, menjalankan investasi robot trading dengan julukan Viral Blast di mana hasil kejahatannya dinikmati oleh pengurus dan afiliasinya,” kata Whisnu.

Lebih lanjut, Whisnu mengatakan Viral Blast juga menerapkan platform operasi skema Ponzi dan metode withdraw.
Di mana, uang yang diinvestasikan oleh para pengguna justru mengalir ke kantong para tersangka.

“Dengan skema Ponzi Metod with draw itu sejatinya adalah diambil berasal dari uang yang disebarkan oleh para nasabah itu sendiri. Menjadi uang yang dikumpulkan itu tidak dijalankan dengan seharusnya.

Di dalam pelaksanaannya disetorkan ke exchanger untuk lantas dibagi atau didistribusikan kepada para pengurus
dan leader-nya,” terang Whisnu.

Berasal dari para tersangka, Whisnu menyebut pihaknya menyita sejumlah barang bukti berupa uang senilai SGD 1.850.000, uang nilai Rp 12.000.000, kartu ATM sebanyak 12 buah, 4 unit mobil mewah, dan 8 buah handphone.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 3 atau Pasal 4 atau Pasal 5 atau Pasal 6 juncto Pasal 10 Undang-Undang 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang (Tppu) dan Pasal 105 juncto Pasal 9 dan/atau Pasal 106 juncto Pasal 24 ayat 1 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan. Ancaman hukumannya 15 dan 10 tahun penjara.

Akhir Kata

Terima kasih sudah membaca artikel ini hingga selesai. Jangan lupa untuk selalu mengikuti dan bagikan website ini kepada teman kalian semua dan selalu konsisten  mengunjungi Narasi.net.

Check Also

Neuer Link Twitter Cm1 cm2 🟣 Cm2 Qui 🟣 Cm1 2 Cm2 Qui 🟣 Une Cm1

Neuer Link Twitter Cm1 cm2 🟣 Cm2 Qui 🟣 Cm1 2 Cm2 Qui 🟣 Une Cm1

Narasi.net – Hallo Kumpel, willkommen zurück, dieselben Administratoren, die immer noch virale Daten teilen. In der Tat, bei dieser Gelegenheit wird der Administrator die Daten über Dinge besprechen Neuer Link Twitter Cm1 cm2 Cm2 Qui Cm1 2 Cm2 Qui Une Cm1 hier. Für diejenigen unter Ihnen, die derzeit nach Daten suchen. Link Twitter Cm1 cm2 [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published.